Seks

Berhubungan Setelah Melahirkan Tapi Belum Haid, Apa Boleh?

Banyak pasangan memilih untuk istirahat melakukan aktivitas seks saat istri hamil. Hal tersebut jadi salah satu alasan ingin berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid atau tidak lama setelah si kecil lahir. Selain faktor kebutuhan biologis, seks setelah melahirkan pun mampu mempererat hubungan antara suami istri.

Sebelum kamu menjalani hubungan seks pasca melahirkan, lebih baik pahami lebih dulu risiko apa saja bila melakukannya. Apalagi bila belum menstruasi setelah melahirkan yang mana tetap memungkinkan terjadinya kehamilan. Tentu, cukup membuat khawatir bagi pasangan yang belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat setelah melahirkan.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Berhubungan Setelah Melahirkan Tapi Belum Haid

Ada beberapa risiko yang bisa dialami wanita ketika berhubungan intim pasca melahirkan. Mulai dari pendarahan, sampai menurunkan kondisi kesehatan. Kamu bisa perhatikan hal berikut sebelum melakukannya.

  • Kemungkinan Hamil Masih Ada

Sebagian pasangan berpikir bahwa melakukan aktivitas seks pasca melahirkan tidak akan hamil karena belum kembali alami masa subur seperti haid. Pemikiran ini tentu saja salah.

Ahli kesehatan mengungkapkan, kemungkinan hamil tetap saja ada dan bisa terjadi meski sang istri belum kembali haid. Termasuk setelah selesai dari masa nifas.

  • Menunggu Sampai Masa Nifas Selesai

Setelah melahirkan, wanita akan memasuki masa nifas dengan ciri keluarnya darah sampai kurang lebih 40 hari. Pastinya bagi banyak wanita, berhubungan intim di masa tersebut mengganggu kenyamanan.

Belum lagi bila dari segi fisik dan mental yang belum benar-benar siap. Mengurus buah hati, terlebih seorang diri akan sangat menguras tenaga.

  • Risiko Terjadi Pendarahan

Sebelum memutuskan berhubungan intim setelah melahirkan kamu juga wajib paham akan risiko terjadinya pendarahan. Hal ini disebabkan luka jahitan yang belum kering dan rawan terbuka kembali. Tidak hanya itu, organ vital masih rentan dan belum kembali normal. 

  • Kondisi yang Belum Sepenuhnya Fit

Seks setelah melahirkan harus memperhatikan kondisi tubuh istri. Selain fisik, mental, juga dari segi kestabilan hormon. Semuanya mempengaruhi rasa nyaman bagi pihak istri. 

Cara Berhubungan Setelah Melahirkan Agar Tidak Sakit

Jika kondisi sudah memungkinkan, lebih baik rencanakan waktu yang memang tepat. Pastikan kegiatan seks bersama istri sudah disetujui atau sama-sama ingin melakukannya. Lalu, bagaimana cara berhubungan intim pasca melahirkan? Ini dia tipsnya. 

  1. Amati Masa Pemulihan Pasca Melahirkan

Walau sudah lewat nifas dan istri kembali alami haid atau mens, tetap harus mengamati kondisi dalam masa pemulihan. Misalnya, memastikan tubuh sudah kembali bertenaga, bisa kembali berjalan normal tanpa rasa sakit, area bekas luka operasi atau jahitan sudah tidak menimbulkan rasa nyeri.

Begitu juga dalam berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid untuk mengamati pemulihan dari segi psikologis. Kelelahan merawat si kecil dan aktif menjalani rutinitas harian mampu memicu perasaan stres yang mempengaruhi kualitas seks.

  1. Jangan Ragu Konsultasi pada Dokter

Demi menghindari berbagai macam risiko, sekaligus menghindari rasa sakit yang bisa saja dirasakan, kamu bisa konsultasi lebih bersama dokter. Biasanya dokter akan membimbing dan memberi saat kapan waktu yang tepat untuk kembali berhubungan seks pasca melahirkan.

Khususnya jika istri masih merasa belum fit walau sudah terhitung cukup lama melewati masa nifas dan sudah melalui masa pemulihan. 

Bicarakan bersama pasangan dan bisa mencoba posisi atau gerakan yang lebih ringan ketika berhubungan setelah melahirkan tapi belum haid untuk mengurangi nyeri yang bisa saja dialami istri. Pilih juga waktu yang tepat seperti melakukannya sebelum tidur siang atau malam.