Obat

Serba-serbi Vaksin Booster: Yuk, Vaksin!

Vaksin booster adalah vaksin yang diberikan setelah vaksin pertama dan kedua selesai. Vaksin yang digunakan untuk menghalau virus Covid-19 ini bersifat gratis untuk semua rakyat Indonesia.

Karena gratis, jangan lupa vaksin booster. Kalau kamu membutuhkan informasi tambahan, informasi selengkapnya tentang vaksin lanjutan Covid-19 ini akan cocok untukmu.

Syarat Vaksin Booster

Tidak semua masyarakat Indonesia bisa menerima vaksin booster. Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kamu bisa menerima vaksin lanjutan:

  • Berusia di atas 18 tahun.
  • Telah menerima vaksin dasar lengkap. Vaksin dosis lanjutan akan diberikan minimal tiga bulan setelah vaksin dasar dinyatakan lengkap.
  • Sehat.
  • Memiliki Kartu Tanda Penduduk.
  • Sudah mendapat tiket vaksin lanjutan di aplikasi PeduliLindungi.
  • Tidak sedang menderita Covid-19. 
  • Prioritas bagi lansia dan siapa saja yang memiliki masalah imunitas.
  • Ibu hamil juga bisa menerima vaksinasi lanjutan.

Aturan Jenis Vaksin Booster

Aturan terkait jenis vaksinasi booster yang akan diterima berbeda-beda, tergantung vaksin primer yang sudah dilakukan. Ini dia penjelasan tentang jenis vaksin lanjutan Covid-19:

  • Penerima vaksin dasar Sinovac berhak diberikan booster AstraZeneca sebesar ½ dosis (0,25 ml) atau Pfizer sebesar  ½ dosis (0,15 ml) atau Moderna sebesar 1 dosis (0,5 ml).
  • Penerima vaksin primer AstraZeneca akan menerima vaksin Moderna sebesar ½ dosis (0,25 ml) atau vaksin booster Pfizer sebesar ½ dosis (0,15 ml) atau vaksin AstraZeneca sebesar 1 dosis (0,5 ml).
  • Penerima vaksin Pfizer akan menerima vaksin Moderna sebesar ½ dosis (0,25 ml) atau vaksin Pfizer sebesar 1 dosis (0,3 ml) atau vaksin AstraZeneca sebesar 1 dosis (0,5 ml).
  • Penerima vaksin Janssen (J&J) yang merupakan vaksin tunggal, akan menerima booster ½ dosis (0,25 ml) vaksin Moderna.
  • Penerima vaksin Moderna dapat menerima booster ½ dosis (0,25 ml) vaksin Moderna.
  • Penerima vaksin Sinopharm akan mendapat booster ½ dosis (0,25 ml) vaksin Sinopharm.

Alasan Pentingnya Vaksin Booster

Menerima vaksinasi booster sangat penting. Inilah manfaat yang bisa kamu peroleh jika melakukan vaksinasi tambahan:

  1. Menguatkan Antibodi

Vaksinasi tambahan bisa menguatkan antibodi yang menurun setelah 3 bulan menyelesaikan vaksin kedua. Apalagi dalam rentang waktu 3 bulan itu, ada beragam varian Covid-19 yang baru muncul. Misalnya, Omicron dan Delta.

  1. Adaptasi Hidup di Saat Pandemi

Besar kemungkinan, Covid-19 akan terus bersama kita. Sebagai bentuk adaptasi agar kamu tetap sehat berkepanjangan selama virus itu tetap ada, vaksin booster dilakukan.

  1. Mencegah Kemunculan Gelombang Baru Covid-19

Semakin banyak orang tervaksinasi booster, maka angka positif Covid-19 bisa ditekan. Jika tak banyak yang positif, kemunculan gelombang baru Covid-19 bisa terhindari.

Di Mana Bisa Vaksin Booster?

Kalau kamu ingin menerima vaksin tambahan, kamu bisa melihat aplikasi PeduliLindungi. Pada aplikasi tersebut, ada tiket vaksin ketiga yang bisa kamu dapat jika memenuhi syarat.

Tiket tersebut bisa kamu gunakan untuk daftar vaksin booster di tempat vaksinasi yang dekat dengan rumahmu. Biasanya, puskesmas, rumah sakit, kantor polisi, pusat perbelanjaan, RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak), dan GOR/stadion menjadi sentra vaksinasi.

Untuk melihat jadwal ataupun lokasi vaksin booster terdekat, kamu bisa mengintip media sosial akun daerah atau akun lokasi-lokasi yang telah disebutkan di atas.

Jika kamu belum vaksin booster, segeralah vaksin. Jangan memilih-milih vaksinasi booster, karena semua vaksin adalah vaksin yang terbaik. Yang terpenting, vaksin itu telah menerima EUA dari BPOM Indonesia dan rekomendasi ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Obat

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Paracetamol?

Paracetamol kerap digunakan banyak orang jika mengalami keluhan sakit kepala. Namun, terkadang banyak ibu hamil yang khawatir menggunakan obat paracetamol saat merasa pusing. Ternyata obat tersebut boleh dikonsumsi atas anjuran dari dokter.

Lalu, apakah obat paracetamol aman untuk ibu hamil? Simak penjelasan di bawah ini, yuk!

Fungsi paracetamol

Obat paracetamol untuk ibu hamil yang memiliki fungsi sebagai penurun panas, demam, dan penghilang nyeri, sering digunakan banyak orang untuk mengatasi pusing dan demam. Obat ini membutuhkan waktu satu jam untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai pereda nyeri dengan dosis satu atau dua tablet 500 miligram.

Apakah paracetamol aman untuk ibu hamil?

Obat paracetamol sebenarnya aman dikonsumsi oleh ibu hamil, namun penggunaannya harus sesuai dengan tuntunan dokter.Namun kamu perlu tahu, menurut penelitian obat paracetamol bisa membawa dampak buruk jika tidak sesuai dosis yaitu meningkatkan risiko ADHD pada anak.

Agar kamu tidak mengalami risiko tersebut, berikut adalah kondisi yang harus diperhatikan sebelum mengkonsumsi obat paracetamol:

  1. Minum obat paracetamol sesuai anjuran dokter
  2. Beritahu dokter jika memiliki alergi obat-obatan
  3. Beritahu dokter jika memiliki masalah ginjal dan hati
  4. Memberi jeda di antara dosis
  5. Berhenti minum paracetamol jika keluhan telah hilang
  6. Hindari mengkonsumsi obat lain yang mengandung acetaminophen
  7. Tidak minum alkohol

Kapan paracetamol boleh diberikan pada ibu hamil?

Jika kamu mengalami beberapa kondisi ini, maka kamu diperbolehkan minum obat paracetamol:

  1. Suhu tubuh meningkat di atas 37 derajat
  2. Tubuh terasa nyeri dan sakit
  3. Sakit kepala dan pusing

Dosis paracetamol untuk ibu hamil

Umumnya, dosis paracetamol adalah 1 hingga 2 tablet atau maksimal 500 atau 1000 miligram per hari. Konsumsi obat tersebut setiap 4 hingga 6 jam sekali. 

Bagi ibu hamil dosisnya ditentukan oleh dokter. Dosis tidak boleh melebihi anjuran yang diberikan dokter. Sebelum memutuskan konsumsi obat paracetamol, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Sebab obat paracetamol mengandung berbagai kandungan yang dikhawatirkan berbahaya bagi ibu hamil maupun janin.

Efek samping obat paracetamol bagi ibu hamil

Obat parasetamol memiliki efek samping bagi ibu hamil saat mengkonsumsinya, yaitu:

  1. Mata dan kulit menguning
  2. Air urin berubah menjadi keruh
  3. Muncul rasa nyeri pada bagian punggung
  4. Tubuh merasa lelah
  5. Muncul ruam pada kulit
  6. Muncul bintik-bintik pada bibir
  7. Demam menggigil

Pada intinya, mengkonsumsi obat paracetamol aman untuk ibu hamil. Namun, kamu wajib berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan mengkonsumsi obat paracetamol.